Sulitnya Menahan Hati
Di... Kamu tau hari terakhir kita tertawa bersama dimana kamu meletakan luka menjadi milik ku, disaat itu semua hampa. Bukan karena aku yang begitu terluka melainkan karena aku yang begitu menginginkan mu harus menelan pengakuan dimana tak ada cinta saat itu. Salah ku sendiri mempercayai setiap kata yang kamu ukir setiap hari dan menjadi hati di dalam pikiran ku. Aku begitu marah, sesak menggrogoti hati ku, namun sudah larut. Mata ku sudah terkatup namun air mata memiliki celahnya sendiri. Hari ini dimana sesak itu membawa ku pada mu lagi, begitu ku ingin lagi dan tetap ingin kembali. Bagaimana aku harus menahan hati jika tak ada penawar malam ini?
Di... Sudah selesaikah penyesalan di hatimu? Aku berharap belum karena aku terlanjur lupa bagaimana cara untuk tidak memaafkan mu. Aku terbiasa menerima semua yang mungkin hanya kamu yang inginkan dan mengabaikan ingin ku, namun malam ini aku tersadar ingin ku pun kuat, menarik-narik meminta kamu kembali. Diluar sana hujan begitu derasnya, katanya malu jika suara hati ku sampai terdengar begitu menginginkan mu. Bagi ku tidak masalah jika sisa yang lalu masih tersangkut malam ini.
Di... Jangan sampai waktu ku habis. Gelisah lah hati ku bertahan. Aku hanya ingin kamu dari setiap waktu yang mengitari ku, menjadikan hujan sebagai pengiring rindu ku, melupakan apa yang dulu kamu yakini sebagai kesalahan mu. Akui saja jika kamu pun masih membutuhkan ku, biarkan ego itu menguasai ku dan aku akan berpura-pura tak pernah ada penyesalan di setiap katamu. Jika dengan ego mu dapat memeluk rindu yang tak tersampaikan maka penjarakan lah aku selama yang kamu inginkan. Daya ku tak mampu lagi menahan hati yang membisikan rindu bulan september yang penuh sendu. Sungguh sulit menahan hati yang hanya menginginkan mu.
Bogor, September 2017
Novitri
Komentar