Pikiran dalam Pandang
Kita pernah saling menyapa di samping perapian lalu tersenyum hanya dengan menatap kemerlap mata yang tertuju tak jauh dari angan - dimana aku ingin memiliki mu - yang tersapu angin malam. Sudah larut, aku mulai berhati-hati dengan pikiran, namanya saja angan bisa iya bisa tidak. Jika iya, mungkin sudah jalan ku berada disamping mu namun jika tidak, apa kah mungkin sudah jalan ku juga hanya berbalas pandang oleh mu? Ya... Setidaknya pandangan ku masih kau balas. Pikir ku. Jalan kita masih panjang hingga api padam namun jarak kita tak sejauh sebrang pandang. Sudah lah sudah, pukul 12 malam meminta ku untuk pulang kedalam ruang.
Bogor, September 2017
Novitri
Komentar