Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Batasan

Aku bukan sebatas nama yg kau goreskan di tiap lembar kehidupan yg kemudian menjadi cerita lalu, dan berhenti pada akhir cerita yg kau buat, namun aku terlalu melekat menggantung pada pikiranmu dan melayang -layang di anganmu tanpa bisa kau gapai karna aku terlalu istimewa untuk buku kusam mu itu. by Novitri

Tertusuk

Tertusuk hingga jantung d an mati dengan belati Mengubur atau menyematkannya ke bawah bumi Tidak ada arti hanya ingin sendiri Begitu kata jeritan hati akibat pilu yang tak terobati by Novitri

Terdiam

Terdiam menikmati semilir angin yang sibuk mondar mandir di keramaian pepohonan Disepinya dataran batu Sambil sesekali mencuri pandang pada senyum Yang ku sunggingkan sebagai batas kepuasan by Novitri

Tak Dapat Berpaling

Bagaimana aku dapat berhenti Jika tatapan mata mu saja sudah meruntuhkan pintu hati ku Sentuhan tangan mu mengalirkan getaran yang membuat hati ku melonjak mencari sumber itu Dan senyum mu membuat ku ikut tersenyum Jangankan untuk berhenti Untuk berpaling sedetik saja aku tak mampu Karena kamu pusat magnet ku by Novitri

Sahabat

Malam minggu ku merindukanmu Ku buka album lalu Tlah ku temukan cerita kita dibalik buku Tergores semua emosi Terlalu awal untuk memahami Hingga terkadang kau dan aku lupa bagaimana tutur ini menjadi goresan yang sembuh Lambat laun semua berubah menjadi air mata dan t awa bahagia Ingatkah bagaimana kita saling memeluk luka d an berjuang menyembuhkannya Mungkin saat itu terasa bagaikan hancur tanpa sisa Namun tak ada yang tahu itu merupakan awal dimana kita saling menguatkan dan menjadi pribadi sebaik ini Suatu hari kau dan aku akan bersama seseorang yang memahami kita Ia akan memberikan warna lain dalam hidup kita Ia juga akan memberikan malaikat-malaikan manis penyemangat kita Saat itu datang tak kan lupa ku uraikan semua hal tentang kita Bertemu meski mungkin terlalu sibuk dengan dunia ini Memastikan dunia masih ingin melihat kita menangis dan tertawa hingga akhir by Novitri

Hujan Ku

Hujan ku apa kabar? Sudahkah lelah membasahi ladangku? Atau mungkin kamu sangat senang menari-nari dipermukaan tanah itu? Lihat aliran air yanng kau buat dan dengar hewan-hewan yang bernyanyi Semua bahagia begitupun aku Namun aku khawatir esok kau tak muncul lagi dan tak menyejukan lagi by Novitri

Permen

Coba lihat baik-baik betapa cantiknya plastik yang menutupinya Buka dengan lembut dan mulai lah mengambilnya Rasakan manis yang keluar dan mengelilingi dinding mulutmu Tak hanya itu kau pun dapat rasakan asam yang menggelumuti lidahmu Perlahan namun ingin membutmu bertahan dan lebih lama merasakan Berhenti sejenak dan hembuskan aroma apel yang menjelajahi lubang-lubang hidungmu Ia mulai masuk tuk segarkan hatimu Tapi bangun lah! Permen itu mulai larut dalam liur mu by Novitri

Ilusi Ku

Sudah semakin larut namun ku masih takut terbawa mimpi oleh mu Hadir saja disampingku agar aku tak ragu akan semua ilusi ku Meyakinkan bahwa bukan hanya aku yang mengharapkan mu Namun jika memang tak seperti itu biarkan seperti ini by Novitri

Menanti

Aku menanti mu Detik demi detik Menunggu tanda-tanda kehidupan Siapa tahu penantianku tak jadi lumutan by Novitri

Tercandu

Mas.. Ya aku rindu Dikala bisikan itu membujuk dengan merdu Saling berpadu dengan katamu Ah mungkin malam ini aku tercandu masa lalu Lihat saja mata ku mulai berkaca jernih Namun tak jatuh jua Aku menahan bahagia yang bercampur luka Karena setiap hembusan manismu menjadi pahit pula dikala terbawa waktu Ya.. waktu ku dan waktu mu tlah memudar Namun ingatan itu kan kekal Sudah habiskah candu mu pada ku? by Novitri

Mas

Mas.. Aku menulis sajak malam Dimana angin berhembus terlalu kencang Mas.. Aku bernyanyi dilautan sepi Dimana dingin meremas gigi Mas..  Aku memekik sakit Dimana kau pergi tanpa hati Mas.. Aku dan semua ini Dimana tak ada kamu lagi by Novitri