Cinta Yang Sendu Menghadirkanmu Dalam Dekapan dan Perpisahan
Sederhana
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Aku melihatnya dengan terbatas
Memikirkannya dengan sederhana dan tak banyak kata Mencintainya dengan naif Menembus sinar matanya tanpa melihat Tersenyum dengan tulus Memeluknya dengan seribu makna Menjaganya dengan arif Mengingat tanpa mengikat
Aku bukan sebatas nama yg kau goreskan di tiap lembar kehidupan yg kemudian menjadi cerita lalu, dan berhenti pada akhir cerita yg kau buat, namun aku terlalu melekat menggantung pada pikiranmu dan melayang -layang di anganmu tanpa bisa kau gapai karna aku terlalu istimewa untuk buku kusam mu itu. by Novitri
Bintangku, apa kabar? Aku tak mampu membunuh waktu, aku tak mampu melewati setiap senja yang datang dari balik bukit berbatu itu. Aku masih terisak dibawah pohon tak berbuah yang mengalunkan perihnya pada setiap hembusan angin. Bintangku, aku menatap langit luas itu jauh lebih lama, disana tertulis kelabu hanya akan membuatku lebih menyedihkan, namun disana tak tertulis jalan mana yang harus ku tempuh untuk sampai melihat mu. Bulan selalu mengalah agar tidak terlihat lebih bersinar karena ia tahu yang selalu terlihat bersinar di mata ku hanyalah dirimu, ia pasti ingin terlihat bersinar, namun tidak di mata ku, rasanya pasti menyakitkan disaat kamu ingin terlihat bersinar bagi seseorang namun hanya orang lain yang ada di matanya. Aku dan bulan selalu berada di tempat yang sama namun yang kami lihat berbeda. Tak semua rasa sepi dapat diuntai dengan indah kedalam sajak malam. Jakarta, 31 Maret 2018 Novitri
Hujan ku apa kabar? Sudahkah lelah membasahi ladangku? Atau mungkin kamu sangat senang menari-nari dipermukaan tanah itu? Lihat aliran air yanng kau buat dan dengar hewan-hewan yang bernyanyi Semua bahagia begitupun aku Namun aku khawatir esok kau tak muncul lagi dan tak menyejukan lagi by Novitri
Komentar